Sistem Penulisan Bahasa Jepang


Teks bahasa Jepang secara tradisional ditulis dari atas ke bawah dimulai dari sisi kanan atas ke arah kiri. Tapi, teks bahasa jepang saat ini juga biasa ditulis secara horisontal dari kiri ke kanan.

Untuk menuliskan “kata asli” dalam bahasa Jepang bisa digunakan huruf kanji, hiragana dan gabungan dari keduanya. Kanji (漢字) adalah huruf Cina yg sudah lama digunakan untuk menulis bahasa Jepang. Ada sekitar 40 ribu kanji yg tercatat saat ini. Tapi hanya kurang dari 2 ribu kanji yg biasa digunakan dalam penulisan bahasa Jepang saat ini.

Kanji dan hiragana berperan sangat penting untuk memisahkan tiap kata dalam bahasa jepang karena secara tradisional tulisan jepang tidak mengenal spasi. Selain itu, kanji juga bisa digunakan untuk membedakan penulisan kata yg mempunyai homofon(kata dg bunyi yg sama tapi berbeda maknanya) yg cukup banyak dalam bahasa jepang. Kanji juga mempersingkat penulisan kata. 🙂

Hampir semua kanji memiliki 2 macam bacaan yaitu 音読み (on-yomi) and 訓読み (kun-yomi). On-yomi merupakan “bacaan berdasarkan bahasa Cina”, sedangkan kun-yomi adalah “bacaan bahasa jepang”. Untuk satu kanji masing-masing bisa ada lebih dari satu kun-yomi dan on-yomi.

Kun-yomi biasanya digunakan sebagai bacaan dari Kanji yg berdiri sendiri atau bentuk perulangan, kun-yomi juga digunakan pada rangkaian kanji yg membentuk satu kata.

Bicara tentang perulangan, perulangan dalam bahasa jepang memiliki kanji khusus yaitu 々. Contoh penggunaannya misalnya untuk menulis kata iro-iro (bermacam-macam). Penulisan iro-iro bisa ditulis 色色 yg berasal dari dua kanji 色(warna), tapi penulisan yg umum digunakan saat ini adalah 色々.

Berbeda dg kun-yomi, on-yomi sering digunakan sebagai bacaan dari kanji yg bersambung dg kanji lain. Tapi, beberapa rangkaian kanji bacaannya bisa melenceng dari kun-yomi dan on-yomi contohnya 何方 (donata) yg terdiri dari kanji 何(nani/nan/ka) dan 方(kata/gata/hou).

KANA (仮名)

Huruf kana terdiri dari hiragana dan katakana. Salah satu kegunaan hiragana(平仮名) dalam kalimat adalah untuk menulis partikel atau bagian dari kalimat yg tidak ditulis dg kanji. Huruf hiragana mewakili semua “bunyi asli” suku kata dalam bahasa Jepang.

Pada huruf hiragana dan katakana ada beberapa bunyi “huruf latin” yg tidak tersedia. Huruf l dan r di jepang dianggap huruf yg sama dan pengucapannya tergantung dialek tiap daerah dan lidah masing-masing orang. Untuk barisan huruf ha tidak ada bunyi “hu” yg ada adalah huruf fu(ふ/フ). Sedangkan untuk barisan “sa”, tidak ada bunyi “si”, yg ada adalah shi (し/シ). Khusus huruf yg sebaris dg ta, urutan hurufnya sedikit unik dibandingkan barisan lain yaitu ta-chi-tsu-te-to. Dalam katakana dan hiragana, ada huruf yg sudah jarang digunakan alias obselete, yaitu huruf wi dan we. Huruf tersebut sudah dileburkan dalam bunyi i dan e.

Huruf hiragana dan katakana selain ya, wo dan n bisa dikelompokkan sebagai 5 huruf yg memiliki ragam bunyi a, i, u, e, dan o.

Huruf hiragana dan katakana selain n(ん) diakhiri vokal a, i, u, e, dan o. Tidak ada huruf yg diakhiri dg konsonan selain “huruf n”. Konsonan tunggal bisa diganti dg huruf yg berakhiran “huruf vokal u” kecuali untuk huruf t yg ditulis dg to dan d yg ditulis dg do. “Bunyi u” umumnya tidak dibaca jika ada di akhir kata. Misalnya “desu(です)” dibaca “des”.

Hiragana

Bersama dg kanji, hiragana digunakan sebagai okurigana(送り仮名). Okurigana merupakan huruf hiragana yg ditulis bersambung dg kanji untuk membentuk satu kata. Satu kanji bisa mempunyai beberapa arti yg berbeda tapi tetap punya kesamaan arti dg adanya okurigana contohnya 出る (deru => keluar) dan 出す (dasu => mengeluarkan).

Selain untuk mengajarkan cara membaca kanji pada anak-anak dan juga sebagai partikel, hiragana biasanya digunakan sebagai furigana dalam manga atau lirik lagu jepang. Furigana (振り仮名) adalah huruf yg diletakkan di atas atau di samping kanji sebagai petunjuk cara membaca kanji.

Untuk huruf hiragana sebenarnya ada cara lainnya untuk menghapalnya yaitu dg sajak lama yg berjudul “iroha” yg juga sering dijadikan nyanyian. Berikut ini adalah isinya :

いろはにほへと ちりぬるを
わかよたれそ つねならむ
うゐのおくやま けふこえて
あさきゆめみし ゑひもせす

Berikut ini adalah istilah-istilah yg berkaitan dg pelafalan huruf Hiragana dan katakana. 

  1. .Soku-on (促音) : konsonan ganda yg dihasilkan dg meletakkan tsu kecil (っ) sebelum huruf hiragana atau katakana, contohnya : った(tta), っか(kka), tte(って), っきゃ(kkya), っぽい(ppoi), dll.
  2. .Sei-on (清音): Bunyi pendek atau bunyi yg hanya dihasilkan satu huruf hiragana atau katakana.
  3. Chou-on (長音): Bunyi panjang yg dihasilkan dg menambahkan satu huruf vokal.
  4. Dakuten (濁点) : Tanda dua garis atau titik yg mirip dg tanda kutip. Fungsinya adalah untuk merubah konsonan huruf-huruf tertentu dalam bahasa Jepang. Contohnya が(ga), だ(da), ざ (za), ば (ba), dll.
  5. Handakuten (半濁点): Tanda lingkaran kecil yg merubah bunyi konsonan “h” menjadi “p” (yaitu : ぱぴぷぺぽ). Handakuten dan dakuten bisa dilihat di gambar yg aku sertakan.
  6. You-on (拗音): Bunyi yg dihasilkan dg menambahkan huruf (kecil) dg “konsonan y” (yaitu : ゃ, ゅ, danょ) setelah huruf yg bunyi vokalnya “i ” sehingga bunyi i pada huruf sebelumnya ditiadakan. Contohnya kya(きゃ/キャ), kyu(きゅ/キュ), kyo(きょ/キョ), dll. 
  7. Hatsu-on(発音): suara sengau N(ん ). Dalam bahasa jepang, huruf N(ん) mungkin bisa terdengar berbeda pengucapannya tergantung dengan huruf setelahnya. Biasanya suara ん bila terletak di depan abjad b, p dan m disuarakan m. ん juga sering terdengar sebagai Ng jika terletak diakhir kata.

Walaupun asalnya dari huruf dg bunyi “konsonan y”, tidak semua you-on diucapkan dg bunyi huruf “y”, contohnya sha(しゃ), cha(ちゃ), dll. Mungkin, itu karena huruf y melebur dg huruf h atau huruf sebelumnya saat diucapkan.

Untuk Hiragana You-on ditulis dg huruf kecil ゃ(ya), ゅ(yu), ょ(yo) yg merupakan huruf katakana. Untuk katakana You-on juga ditulis dg huruf kecil ャ(ya), ュ(yu), ョ(yo) yg merupakan huruf katakana.

Berikut ini adalah tabel huruf dasar hiragana.

Hiragana (平仮名)
あ (a) い (i) う (u) え (e) お (o)
か (ka) き (ki) く (ku) け (ke) こ (ko)
さ (sa) し (si) す (su) せ (se) そ (so)
た (ta) ち (chi) つ (tsu) て (te) と (to)
な (na) に (ni) ぬ (nu) ね (ne) の (no)
は (ha) ひ (hi) ふ (fu) へ (he) ほ (ho)
ま (ma) み (mi) む (mu) め (me) も (mo)
や (ya) ゆ (yu) よ (yo)
ら (ra) り (ri) る (ru) れ (re) ろ (ro)
わ (wa) を (wo)
ん (n)

が (ga) ぎ (gi) ぐ (gu) げ (ge) ご (go)
ざ (za) じ (ji) ず (zu) ぜ (ze) ぞ (zo)
だ (da) ぢ (ji) づ (dzu) で (de) ど (do)
ば (ba) び (bi) ぶ (bu) べ (be) ぼ (bo)
ぱ (pa) ぴ (pi) ぷ (pu) ぺ (pe) ぽ (po)

Tidak digunakan lagi :ゐ (wi), ゑ (we)

Katakana

Selain hiragana, bahasa jepang juga menggunakan katakana(片仮名) yg mewakili semua bunyi huruf hiragana. Katakana digunakan untuk menulis kata serapan atau nama orang asing. ローマ字(romaji => huruf roma) atau huruf alfabet A-Z juga digunakan.

Walaupun jumlah dan bunyi suku kata yg tersedia dalam huruf Hiragana dan katakana sama, ada “rangkaian huruf” tambahan yg hanya ada dalam katakana dan “tidak diperlukan” dalam hiragana, contohnya ti(ティ), di(ディ), Fa(ファ)dll.

Istilah seperti sei-on(bunyi pendek), chou on(bunyi panjang), soku-on(konsonan ganda), dakuten, handakuten dan you-on juga digunakan dalam katakana seperti halnya dalam hiragana. Khusus untuk vokal panjang penulisannya menggunakan tanda garis(ー) contohnya ウオー(uoo/war). Selain itu “spasi” dalam penulisan katakana bisa menggunakan tanda titik.

Khusus untuk katakana ada huruf vu(ヴ) yg bisa digunakan bersama dg huruf kecil a, u, i, u dan o untuk menulis va(ヴァ), vi, ve, dan vo. Tapi, kenyataannya huruf v jarang digunakan kecuali untuk menulis nama “orang asing”. Kata serapan dalam bahas Jepang lebih sering menggunakan “huruf b” untuk menggantikan bunyi “huruf v”, berbeda dg bahasa Indonesia yg menyamakan bunyi huruf v dg huruf f. Contohnya : vegetarian => ベジタリアン(bejitarian).

Katakana (平仮名)
ア (a) イ (i) ウ (u) エ (e) オ (o)
カ (ka) キ (ki) く (ku) ケ (ke) コ (ko)
サ (sa) シ (si) ス (su) セ (se) ソ (so)
タ (ta) チ (chi) ツ (tsu) テ (te) ト (to)
ナ (na) ニ (ni) ヌ (nu) ネ (ne) ノ (no)
ハ (ha) ヒ (hi) フ (fu) ヘ (he) ホ (ho)
マ (ma) ミ (mi) ム (mu) メ (me) モ (mo)
ヤ (ya) ユ (yu) ヨ (yo)
ラ (ra) リ (ri) ル (ru) レ (re) ロ (ro)
ワ (wa)
ン (n)

ガ (ga) ギ (gi) グ (gu) ゲ (ge) ゴ (go)
ザ (za) ジ (ji) ズ (zu) ゼ (ze) ゾ (zo)
ダ (da) ヂ (ji) ヅ (dzu) デ (de) ド (do)
バ (ba) ビ (bi) ブ (bu) ベ (be) ボ (bo)
パ (pa) ピ (pi) プ (pu) ペ (pe) ポ (po)

Tidak digunakan lagi:
ヰ (wi), ヱ (we), ヲ (wo)

Belajar huruf perlu dalam belajar bahasa apapun, entah dg tujuan melestarikan budaya sendiri, sebagai alat komunikasi, atau tujuan lainnya.Tidak setiap saat kita bisa bertanya pada orang lain apa yg tertulis di papan nama atau menu makanan. Transliterasi ke tulisan latin tidak selalu mewakili bunyi keseluruhan dari tiap bahasa.
5 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x