Kosoado

Sebelum melanjutkan pembahasan tentang kosoado, coba pelajari lagi tentang cara membuat kalimat nominal dalam bahasa Jepang. Saya sudah membahas ini di tulisan saya yang sebelumnya. Kalau kalian lupa atau belum baca, di bawah ini, saya akan menunjukkan pola kalimat paling sederhana dalam bahasa Jepang.

  • (+)A wa B desu =>AはBです。
    Arti : A adalah B.
  • (-)A wa B de wa arimasen => AはBではありません。
    Arti : A bukan B.

Perhatikan pola di atas. Untuk penulisan “de wa” kalian tidak menggunakan wa (わ), tapi kalian seharusnya menggunakan ha(は).

    Contoh :

    1. これはえんぴつではありません。=> Kore wa enpitsu de wa arimasen.
      Arti : ini bukan pensil.
    2. それはえんぴつです。=> Sore wa enpitsu desu.
      Arti : Itu adalah pensil.

    Desu adalah kopula yang bisa diganti dengan kopula lainnya sesuai suasana atau bentuk waktunya. Khusus dalam situasi yang tidak formal, partikel desu bisa diganti dengan desu atau tidak digunakan sama sekali. Kopula da cenderung menunjukkan kesan tegas dan maskulin sehingga lebih sering digunakan oleh lelaki. Untuk kalimat negatif, de wa arimasen bisa diganti dengan ja nai.

    Contoh :

    1. (+)これはえんぴつ(だ)。=> kore wa enpitsu (da).
      Arti : ini adalah pensil.
    2. (-)それはえんぴつじゃない。=> sore wa enpitsu ja nai.
      Arti : itu adalah pensil.

    Pada contoh di atas ada kata kore dan sore. Kalau di bahasa Inggris dan bahasa Indonesia cuma ada this/these(ini) dan that/those(itu), Dalam bahasa Jepang ada 3 kata penunjuk tergantung posisinya dari pembicara dan yang diajak bicara. Tiga kata tersebut yaitu :

    1. Kore (ini) => Bendanya dekat dengan orang yang bicara.
    2. Sore (itu) => Bendanya jauh dari orang yang bicara dan dekat dengan orang yang diajak bicara.
    3. Are (itu) => Jauh dari orang yang bicara, dan jauh dari orang yang diajak bicara.

    Jadi, dalam bahasa jepang ada dua kata untuk menunjuk benda yang jauh dari pembicara atau orang yang berbicara yaitu sore(それ) dan are(あれ). Penggunaan sore dan are tergantung posisinya dari orang yang diajak bicara. Untuk menunjuk yang dekat dengan yang berbicara kata yang digunakan adalah kore(これ).

    Sebelum mempelajari tentang Kosoado sebaiknya kita mempelajari tentang Pola “kalimat sederhana”. Kalimat sederhana diakhiri dengan desu, deshita atau kopula lainnya tergantung kopulanya. Contoh :

    1. Watashi wa Geri desu. => 私はゲリです。
      Arti : Aku adalah Geri.
    2. Omae wa kawaii desu. => お前は可愛いです。
      Arti : Kamu Cantik.

    Perhatikan partikel wa yang ada di dalam kalimat. Subjek dan predikat dalam kalimat sederhana bisa dihubung dengan partikel wa.

    Kata kore, sore dan are dihubungkan dengan kata benda menggunakan partikel “wa”. Untuk percakapan formal ditambahkan kopula “desu” yang dibaca des. Untuk percakapan di luar suasana formal desu bisa dilenyapkan. Desu juga bisa diganti dengan kopula lain seperti deshita (bentuk lampau dari desu), da, datta, dll.

    Contoh  kalimatnya :

    1. Kore wa kuma desu=> これは熊です。
      Arti : Ini adalah beruang.
    2. Sore wa mushi desu => それは虫です。
      Arti : Itu adalah serangga.
    3. Are wa ebi desu=> あれは海老です。
      Arti : Itu (disana) adalah udang.
    4. Kore wa kani=> これはカニ。
      Arti : Ini adalah kepiting.
    5. Sore wa Buta=> それは豚。
      Arti : Itu adalah babi.
    6. Are wa Saru => あれは猿
      Arti : Itu (disana) adalah monyet.

    Btw, untuk menanyakan “A adalah apa”, pola yang digunakan adalah :

    • A wa nan desu ka? => Aは何ですか。
      Arti : A adalah apa? 
    Contoh :
    • A : Kore wa nan desu ka? =>これは何ですか。
      Arti : Ini adalah apa? 
    • B : enpitsu desu. => 鉛筆です。
      Arti : pensil
    Selain kore, sore dan are ada kata kata penunjuk lain yang bisa kalian gunakan. Kata penunjuk yang lain yang bisa kalian gunakan, yaitu :

    Bentuk kepunyaan kata penunjuk :

    • Kono=> … ini
    • Sono=> … itu
    • Ano=> … itu (jauh dari pembicara dan yang diajak bicara)
    • Dono=> … yang mana?

    Orang lain (kadang diterjemahkan dg kata “dia”) :

    • Koitsu=> Orang ini
    • Soitsu=> Orang itu
    • Aitsu=> Orang itu (jauh dari pembicara dan yang diajak bicara)
    • Doitsu=> Orang yang mana?

    Tempat :

    • Koko=> (di) sini
    • Soko=> (di) situ
    • Asoko=> (di) sana
    • Doko=> (di) mana?

    Tempat (sopan) / Letak / arah :

    • Kochi(ra)=> Sebelah sini
    • Sochi(ra)=> Sebelah situ
    • Achi(ra)=> Sebelah sana
    • Dochi(ra) => Sebelah mana?

    Dore
    Dore artinya adalah “yang mana”. Dore bisa digunakan dalam posisi predikat untuk kalimat tanya nominal. Kalau kalian ingin menggunakan dore sebagai kata tanya, maka dore tidak bisa digunakan sebagai topik dari partikel wa(は). Partikel yang boleh kalian gunakan setelah dore adalah partikel ga. Misalnya :

    • Pertanyaan : Anata no kuruma wa dore desu ka? => あなたの車はどれ。
      Arti : Mobilmu adalah yang mana?
      Jawaban : Watashi no kuruma wa sore desu. =>  私の車はそれです。
      Arti : Mobilku adalah (yang) itu.
    • Ani-san no neko wa dore desu ka?  => アニさんの猫はどれですか。
      Arti : Kucing Ani yang mana?
    • Desi-san no sandaru wa dore desuka? => デシさんのサンダルはどれですか。
      Arti : Sandal Desi yang mana?
    • Toni-san no kutsu wa dore desu ka? => トニさんの靴はどれですか。
      Arti : Sepatu toni yang mana?
    • Dore ga anata no enpitsu desu ka? =>どれがあなたの鉛筆ですか。
      Arti : Yang mana pensilmu?

    Doko dan Dochira 
    Doko artinya adalah “ke mana” atau “di mana” sesuai dengan kata kerja yang digunakan. Doko biasanya digunakan bersama dengan partikel ni untuk menanyakan letak atau arah. Contohnya :

    • Resutoran wa doko desu ka? => レストランはどこですか。
      Arti : Restorannya di mana?
    • Umare wa doko desu ka?  => 生まれはどこですか。
      Arti : Lahir di mana?
    • Doko ni iku ka? => どこに行くか。
      Arti : Pergi ke mana?
    • Doko ni aru ka? => どこにあるか。
      Arti : Ada di mana?

    Bentuk yang lebih sopan dari doko adalah dochira. Kalian bisa mengganti doko pada kalimat di atas menjadi dochira.

        Bentuk Kepunyaan
        Dore tidak bisa disambung secara langsung dengan kata benda. Kata yang bisa kalian gunakan untuk menuntukkan “benda ini” atau “benda itu” adalah sono kono ano. Berbeda dengan kore sore dan are yang digunakan sendirian tanpa kata benda; sono, sono, ano, dan dono memerlukan kata benda yang diletakkan setelahnya. Contoh :

        1. Kono hon => この本
          Arti : Buku ini.
        2. Sono enpitsu => その鉛筆
          Arti : Pensil itu.
        3. Ano Sora => あの空
          Arti : Langit itu.
        4. Dono sora => どの空
          Arti : langit yang mana?

        Berikutnya, kalau kalian sudah paham pola kalimat sederhana dalam bahasa jepang. Coba buat kalimat kalian sendiri dengan menggunakan kore wa, sora wa, dan are wa!

        Kosakata

        • Sora => Langit
        • Tsuki => Bulan
        • Hoshi => Bintang
        • Taiyo => Matahari
        • Ie => Rumah
        • Mizu => Air
        • Kaze => Angin
        • Hi => Api
        • Hana => Bunga
        • Hanabi => Kembang api
        • Hibana => Percikan api / Bunga api
        • Umi => Laut
        • Mizumi => Danau
        • Kawa => Sungai
        • Sakana => Ikan
          4 1 vote
          Article Rating
          Subscribe
          Notify of
          guest
          0 Comments
          Inline Feedbacks
          View all comments
          0
          Would love your thoughts, please comment.x
          ()
          x