Dake dan Nomi

Dalam Bahasa Jepang, ada beberapa partikel atau kata yang biasa digunakan untuk menyatakan hanya atau “tidak lebih dari”. Partikel-partikel tersebut adalah Dake, Nomi, Shika, Bakari dan kkya.

Dake
Dake digunakan untuk menyatakan “hanya” yang menunjukkan batasan berupa tidak adanya benda/tindakan/tempat selain yang disebutkan. Dake bisa diletakkan setelah setelah subjek, objek, kata bantu atau kata sifat. Untuk kata sifat -na, na perlu diletakkan di antara kata sifat -na dan dake. Contoh :

  1. Kudamono dake taberu => 果物だけ食べる。
    Arti : Hanya makan buah (tidak makan yang lain).
  2. Lampung ni dake ikimashita => ランプンに行きました。
    Arti : Hanya pergi ke lampung {tidak pergi ke tempat lain}.
  3. Watashi wa sabishii dake desu. => 私は寂しいだけです。
    Arti : Saya hanya kesepian {tidak lebih dari itu}.
  4. Ani-san wa koe ga suki na dake desu => アニさんは声が好きなだけです。
    Arti : (Tentang) Ani, saya hanya suka suaranya. {tidak peduli selain suaranya}
  5. Watashi dake jitensha de ikimashita => 私だけ自転車で行きました。
    Arti : Hanya saya yang pergi dengan sepeda.

Jika dake diletakkan setelah kata kerja, gunakan kopula desu setelah dake. Misalnya :

  1. Watashi wa taberu dake desu. => 私は食べるだけです。
    Arti : Saya hanya makan. {tidak melakukan tindakan lainnya}
  2. Ani san wa neru dake desu. => アニさんは寝るだけです。
    Arti : Ani hanya tidur. {dia tidak melakukan tindakan lainnya}

Dake juga bisa diletakkan setelah kata keterangan yang menunjukkan kualitas atau kuantitas, misalnya chotto dan sukoshi.

Nomi
Berikutnya kita akan mempelajari penggunaan nomi. Nomi adalah versi formal dari dake. jadi penggunaan nomi dan dake sama saja. Nomi dan dake sama-sama bisa digunakan pada kalimat positif maupun negatif.

Contohnya :

  1. Ocha nomi nomimasu => お茶のみ飲みます。
    Arti : Hanya minum teh.
  2. Shashin nomi mimashita => 写真のみ見ました。
    Arti : Hanya melihat foto.
0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x