Shika dan Kkya

Shika bisa diartikan dengan kata ‘selain’ dan hanya digunakan kalimat negatif. Kalau kita menerjemahkan kata kerjanya sebagai kata kerja bentuk positif, shika bisa diartikan dengan “hanya”. Walaupun bisa diartikan dengan kata “hanya” seperti dake, shika yang bernuansa negatif jelas berbeda konotasinya dengan dake. Partikel shika cenderung digunakan saat ada perasaan tidak nyaman karena tidak ada pilihan berupa benda atau tindakan lain.

Shika diletakkan sebelum kata kerja atau predikat dari suatu kalimat. Saat shika diletakkan dalam posisi partikel ga atau o yang menunjukkan objek, partikel-partikel tersebut tidak perlu digunakan lagi jika ada shika. Berikut ini contoh penggunaan shika.

  1. Suika shika tabemasen => スイカしか食べません。
    Arti : Tidak makan selain semangka. {Hanya makan semangka}
  2. Miruku shika nomimasen => ミルクしか飲みません。
    Arti : Tidak minum selain susu. {Hanya minum susu}
  3. Ani-san to shika asobimasen => アニさんとしかあそびません。
    Arti : Tidak bermain selain dengan Ani. {Hanya bermain dengan Ani}

Untuk menyatakan tidak adanya pilihan lain, kalian bisa menggunakan “shika arimasen” atau “shika nai”.

  1. Hashiru shika arimasen => 走るしかありません。
    Arti : Tidak ada (pilihan) selain berlari.
  2. Mikan o taberu shika arimasen => ミカンを食べるしかない。
    Arti : Tidak ada (pilihan) selain makan jeruk.

Kkya
Versi lain dari shika adalah kkya. Kkya terdengar lebih kasual dan hanya digunakan dalam suasana informal.

  1. Suika kkya tabemasen => スイカっきゃ食べません。
    Arti : Tidak makan selain semangka. {Hanya makan semangka}
  2. Miruku kkya nomimasen => ミルクっきゃ飲みません。
    Arti : Tidak minum selain susu. {Hanya minum susu}
  3. Ani-san to kkya asobimasen => アニさんとっきゃあそびません。
    Arti : Tidak bermain selain dengan Ani. {Hanya bermain dengan Ani}
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x