To Omou dan To Omoikiya

Kali ini kita akan mempelajari cara menyatakan “Aku pikir….”. Jika dalam bahasa inggris kita bisa menggunakan “I think….”, maka dalam bahasa Jepang kita bisa menggunakan “…. to omou” yang hampir sama artinya.

Untuk membuat kalimat yang punya arti “aku pikir ….” kalian cukup meletakkan kata kerja atau klausa sebelum “to omou”. Berikut ini adalah contoh kalimatnya!

  1. Ame ga furu to omou. => 雨がフルと思う
    Arti : Aku pikir akan turun hujan.
  2. mikan o taberu to omou => みかんを食べると思うArti : Aku pikir (kamu) akan makan jeruk.
  3. Lampung ni ikanai to omou => ランプンに行かないと思う
    Arti : Aku pikir (kamu) tidak akan pergi ke Lampung.
  4. Sono inu wa kawaii to omoimasu => その犬は可愛いと思います。
    Arti : Aku pikir anjing itu imut.
  5. Atode, asagohan o taberu omou. => 後で朝ごはんを食べると思う
    Arti : Saya pikir saya akan sarapan nanti.

Jika kalian menggunakan kata sifat -i atau kata kerja, cukup tambahkan to omou di akhir kalimat. Tapi, untuk kata sifat -na dan kata benda, kalian perlu menyelipkan “da” atau “ja nai” sebelum to omou.

  1. Anata ga suki da to omou =>あなたが好きだと思う
    Arti : Aku pikir aku suka kamu.
  2. Kare wa shinsetsu da to omou => 彼は親切だとおもう。
    Arti : Aku pikir dia baik.
  3. Ani-san wa kibishii sensei da to omou => アニさんは厳しい先生 だと思う
    Arti : Aku pikir, Ani adalah guru yang keras.

Untuk menanyakan apa yang orang pikirkan tentang sesuatu, kalian bisa menggunakan pola kalimat di bawah ini.

  • {Kata benda} ni tsuite dou omou? =>{Kata benda}についてどう?
    Arti : Apa pendapat kalian / kamu tentang {Kata benda}?

    Menyatakan Maksud
    Kalian juga bisa menggunakan kata kerja bentuk kehendak bersama “to omou” untuk menyatakan maksud. Misal :

    1. Kekkon shiyou to omou => 結婚しようと思います。
      Arti : Berniat untuk menikah.
    2. Nihon ni ikou to omou. => 日本に行こうと思う。
      Arti : Berniat pergi ke Jepang.
    3. Hayaku neyou to omou => 早く寝ようと思う。
      Arti : Berniat untuk cepat tidur.

    To omou VS to omoitte iru 
    Perbedaan utama dari to omou dan to omotte iru adalah waktu kita memikirkan kehendak atau pemikiran kita. To omou digunakan jika kita baru saja memikirkan suatu maksud atau perkiraan. To omotte iru adalah bentuk -te iru yang menyatakan bahwa sesuatu sudah terjadi dan sedang berlanjut. Selain menggunakan omotte iru, kalian juga bisa mengubah omou ke dalam bentuk waktu lain sesuai waktu kalian memikirkan apa yang ingin kalian sampaikan.

    Perbedaan lain dari to omou dan to omotte iru adalah pada subjek yang digunakkan. Berbeda dengan “to omotte iru” yang bisa digunakan untuk menyatakan maksud dari orang lain, “to omou” hanya digunakan untuk menyatakan maksud kita sendiri.

    Contoh :

    • Ani-san wa Jakaruta ni ikou omotte iru => アニさんはジャカルタに行こうおもっている
      Arti : Ani (sudah dan sedang) bermaksud untuk pergi ke Jakarta.
      Keterangan : Jika kalian menggantinya dengan to omou, maka kalimatnya jadi tidak tepat. To omou hanya digunakan untuk menyatakan keinginan kita sendiri.

    To omoikiya
    Pola kalimat lain yang hampir serupa dengan to omou adalah to omoikiya. To omoikiya digunakan untuk menyatakan bahwa kita menduga sesuatu sebelumnya, tapi yang terjadi ternyata berbeda. Contohnya :

    1. Kare wa kawaii to omoikiya, minikui desu. => 彼は可愛いと思いきや、醜いです。
      Arti : Aku pikir dia imut, ternyata (dia) jelek.
    2. Ame ga furu to omoikiya, mou hareta. => 雨が降ると思いきや、もう晴れた。
      Arti : Aku pikir hujan turun, tapi sudah cerah.
    3. Kinou wa naotta to omoikiya, mata kowaretta => 昨日は直ったと思いきや、また壊れった。
    0 0 votes
    Article Rating
    Subscribe
    Notify of
    guest
    0 Comments
    Inline Feedbacks
    View all comments
    0
    Would love your thoughts, please comment.x
    ()
    x