Tokoro

Tokoro (ところ) yang ditulis dengan kanji 所 atau 処 artinya adalah tempat. Selain diartikan tempat yang terlihat secara fisik, tokoro bisa diartikan dengan tempat abstrak misalnya bagian tertentu dari sifat seseorang, film, cerita, dll. Selain itu, tokoro juga bisa digunakan untuk menyatakan titik waktu terjadinya sesuatu.

Titik Waktu Terjadinya Sesuatu dengan Tokoro
Ada tiga pola yang bisa kita gunakan untuk menjelaskan waktu terjadinya sesuatu. Tiga pola tersebut hanya berbeda jenis kata kerjanya. Pola-pola tersebut, yaitu :

  1. {Kata kerja bentuk kamus} tokoro desu. => Baru saja mau …
  2. {Kata kerja bentuk -te} iru tokoro desu. => Sedang …
  3. {Kata kerja bentuk lampau} tokoro desu. => Baru saja selesai …

Contoh Kalimat :

    • Ani-san wa Gyuunyuu o nomu tokoro desu.  => アニさんは牛乳を飲むところです。
      Arti : Ani baru saja mau minum susu.
    • Ani-san wa Gyuunyuu o nonde tokoro desu.  => アニさんは牛乳を飲んでいるところです。
      Arti : Ani sedang minum susu.
    • Ani-san wa Gyuunyuu o nonda tokoro desu. => アニさんは牛乳を飲んだところです。
      Arti : Ani baru saja selesai minum susu.

    Perbedaan pola kalimat “-te iru tanpa tokoro” dan “-te iru dengan tokoro” adalah pada apa yang ditekankan. Pola kalimat -te iru tanpa tokoro ditujukan untuk menjelaskan tindakan yang sedang berlangsung, dan bukan menekankan pada penjelasan waktunya. Saat ditambahkan tokoro desu, kalimat tersebut lebih bertujuan untuk menjelaskan waktu terjadinya suatu peristiwa, dan tentu saja yang ditekankan adalah titik waktunya.

    Tokoro menjelaskan waktu terjadinya sesuatu berdasarkan “titik waktu tertentu”. Selain menggunakan desu, kalian juga bisa menggunakan datta jika acuannya adalah titik tertentu pada waktu lampau.

    -Te Iru Tokoro Ni
    Kalian bisa menggunakan pola -te iru bersama dengan tokoro untuk menghubungkan dua kalimat. Arti yang dihasilkan dengan pola kalimat ini adalah “Pada saat …., ….” atau “Saat …. (di mana) sedang …. , ….”. Pola kalimat ini digunakan untuk menjelaskan “bagian dari suatu peristiwa” di mana sesuatu terjadi.
    Contoh kalimat :

    • Watashi wa Tabete iru tokoro ni, => 私は食べているところに、
      Arti : Pada saat makan, ….
    • Watashi wa sakana o tabete iru tokoro ni, kanojo ga yattekita. => 私は魚を食べているところに、彼女がやってきた。
      Arti : Saat (di mana) saya sedang makan ikan, dia datang.

    Tokoro Ga
    Tokoro ga digunakan untuk menghubungkan ekspektasi dan hasil yang tidak sesuai harapan.
    Contoh kalimat :

    • Minna kare ga makeru to omotte ita. Tokoro ga, kanojo ga kantan ni katsu. => みんな彼が負けると思っていた。ところが、彼女が簡単に勝つ。
      Arti : Semuanya berpikir dia akan kalah. Tapi (pada kenyataannya), dia menang dengan mudah.
    • Kyou wa hareru to omotte imasu. Tokoro ga, ame da. => 今日は晴れると 思っています。ところが、雨が降る。
      Aku pikir hari ini akan cerah. Tapi (pada kenyataannya), hujan turun.

    Tokoro de
    Tokoro de digunakan untuk mengalihkan topik. Kegunaannya bisa dibilang mirip dengan “by the way” atau “ngomong-ngomong”. Tokoro de diletakkan sebelum topik baru yang akan disampaikan. Misalnya :

    • Tokoro de, ashita doko ni iku? => ところで、明日どこに行く。
      Arti : Ngomong-ngomong, besok mau ke mana?
    • Tokoro de, eiga ga suki desu. => ところで、映画が好きです。
      Arti : Ngomong-ngomong, aku suka filmnya.

    Selain tokoro de, kata lain yang punya arti sejenis adalah chinami ni. Bedanya, topik yang digunakan setelah chinami ni masih berhubungan dengan topik sebelumnya. Itu berbeda dengan “tokoro de” yang digunakan untuk membicarakan informasi yang benar-benar baru. Selain diartikan dengan “Ngomong-ngomong”, chinami ni bisa diartikan dengan “Sehubungan dengan itu”.

    • Chinami ni, ashita doko ni iku? => ちなみに、明日どこに行く。
      Arti : Ngomong-ngomong, besok mau ke mana?
    • Chinami ni, eiga ga suki desu. => ちなみに、映画が好きです。
      Arti : Ngomong-ngomong, aku suka filmnya.

    -Ta Tokoro de
    Hati-hati! Penambahan kata kerja sebelum tokoro de akan memberi arti lain pada kalimat jika pengucapannya tidak menggunakan jeda. Misalnya, jika kalian menggunakan kata kerja bentuk lampai atau -ta kei, kalimat akan berarti “Bahkan ketika / jika ….”.

    • Takusan tabeta tokoro de fuenai => たくさん食べたところで太ない。
      Arti : Bahkan ketika (saya) makan banyak, (saya) tidak gemuk.
    • Kanojo wa koko ni itta de, watashi ni totte mondai wa nai. => 彼女はここに行ったで、私にとって問題はない。
      Arti : Bahkan jika dia pergi ke sini, bagiku tidak ada masalah.

    Tokoro o miru to 
    Pola kalimat ini digunakan untuk membuat penilaian berdasarkan apa yang terlihat. Kalimat yang menggunakan pola kalimat ini bisa diartikan, “Dengan melihat bahwa …. ” atau “Kalau menilai dari ….”.

    Pola Kalimat :

    • {Kata Kerja Biasa / Informal}+ところと見る.
      Romaji : {Kata Kerja Biasa / Informal}+tokoro to miru.

    Contoh kalimat :

    • Denki ga tsuite iru tokoro o miru kanojo no uchinonaka ni hito ga aru => 電気がついているところを見る彼女の家の中に人がある。
      Arti : Melihat bahwa lampu masih menyala, (saya menilai) ada orang di rumahnya.
    0 0 vote
    Article Rating
    Subscribe
    Notify of
    guest
    0 Comments
    Inline Feedbacks
    View all comments
    0
    Would love your thoughts, please comment.x
    ()
    x