Jenis-Jenis Kata dalam Bahasa Indonesia

Menurut KBBI, kata adalah satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri. Kata bisa terjadi dari morfem tunggal atau gabungan morfem. Kata merupakan unsur bahasa yang diucapkan atau dituliskan sebagai perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran. Seperti dalam bahasa lainnya, dalam bahasa Indonesia, kata bisa dibagi jadi beberapa jenis.

Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal adanya berbagai kategori/ kelas kata. Para ahli bahasa punya perbedaan pendapat mengenai kelas kata dalam bahasa Indonesia. Tulisan ini memakai Tata Bahasa Buku Bahasa Indonesia (1993) sebagai acuan ditambah dengan beberapa pendapat lainnya. Tata Bahasa Buku Bahasa Indonesia (1993) membagi kelas kata dalam bahasa Indonesia ke dalam lima kategori. Kelima kategori itu adalah Verba, Abjektiva, Adverbia, Kata Tugas, dan Nomina (termasuk Pronomina dan Numeralia).

Pendapat lainnya membagi kata-kata menjadi jenis-jenis yang lebih banyak dan spesifik. Jenis-jenis kata tersebut bisa kalian lihat di bawah ini.

  1. Nomina / Kata Benda
  2. Verba / Kata Kerja
  3. Adjektiva / Kata Sifat
  4. Pronomina / Kata Ganti
  5. Adverbia / Kata Keterangan
  6. Numeralia / Kata Bilangan
  7. Konjungsi / Kata Penghubung
  8. Preposisi / Kata depan
  9. Interjeksi / Kata Seru
  10. Partikel

1. Nomina

Nomina adalah kata yang menunjukkan nama dari jenis benda, nama benda atau hal yang dibendakan. Nomina disebut juga dengan kata benda. Kata benda ada dua macam, kata benda konkrit dan kata benda abstrak. Nomina bisa digunakan di posisi subjek, objek, pelengkap, dan keterangan. Nomina juga bisa digunakan untuk membentuk frasa bersama kata lainnya.

  • Kata Benda Konkrit : Kata yang menunjukkan benda, makhluk hidup, atau objek yang bisa dilihat dengan panca indera atau sesuatu yang menempati ruang.
  • Kata benda Abstrak : Kata benda yang menunjukkan hal atau informasi yang hanya bisa dikenal dengan pikiran,

2. Verba

Verba atau kata kerja adalah kata yang menggambarkan proses, perbuatan, atau keadaan. Verba bisa ditempatkan di posisi predikat dalam sebuah kalimat. Secara umum, verba bisa dibagi menjadi dua macam. Jenis verba pertama adalah kata kerja transitif yang memerlukan objek. Verba lainnya adalah verba intransitif yang tidak membutuhkan objek. Saat diberi imbuhan, verba bisa memiliki bentuk aktif dan bentuk pasif.

3. Adjektiva

Adjektiva adalah kelas kata yang mengubah nomina atau pronomina dengan membuatnya menjadi lebih spesifik. Adjektiva atau kata sifat dapat menerangkan kuantitas, kualitas, nilai relatif, maupun penekanan suatu kata. Adjektiva umumnya memiliki antonim dan bisa dipasangkan dengan kata tidak untuk menunjukkan makna yang berlawanan. Contoh adjektiva misalnya pintar, bodoh, cantik, jelek, dll. Adjektive bisa digunakan bersama dengan nomina dalam bentuk frasa atau sebagai predikat.

4.Pronomina

Pronomina berfungsi untuk menggantikan kata benda atau orang tertentu yang tidak disebut secara langsung. Nama lain untuk kata ganti adalah pronomina. Kata ganti digunakan agar penyampaian suatu kalimat lebih efektif dan tidak bertele-tele. Pronomina bisa ditempatkan dalam posisi subjek, objek, atau bersama kata lainnya. Pronomina yang biasa kita gunakan misalnya adalah aku, kamu, dia, kami, dll.Jenis- jenis dan contoh pronomina sudah saya tulis di artikel lain tentang pronomina.

5. Adverbia

Adverbia adalah kata yang digunakan untuk menerangkan predikat pada kalimat, baik yang berupa verba, adjektiva, nomina, maupun numeralia (TBBI, 1993 : 218). Selain menerangkan kata, adverbia juga bisa dipakai untuk menjelaskan seluruh klausa atau kalimat. Contoh adverbia misalnya sudah, sangat, kurang, amat, hanya, masih, tidak, dll. Contoh kalimat yang menggunakan adverbia bisa kalian lihat di bawah ini.

  • Ibu sudah datang ke sini.
  • Pemuda itu amat hebat.
  • Minuman itu terlalu dingin.
  • Mainannya cuma itu saja.
  • Usianya masih satu tahun.

Adverbia di atas memerlukan kata lain untuk diterangkan. Itu artinya kata-kata yang termasuk adverbia tersebut bergantung pada kata setelahnya. Adverbia yang secara semantis bergantung pada satuan leksikal lain disebut dengan adverbia pewatas.

Adverbia pewatas sebagai jenis tingkatan kalimat berbeda dengan adverbial yang merupakan fungsi suatu kata dalam kalimat. Sebuah adverbial berfungsi untuk memodifikasi kata kerja. Maksud dari modifikasi adalah bisa menambahi, membatasi, atau mengubah makna dari suatu kalimat.

6. Numeralia

Numeralia adalah kata yang menyatakan jumlah atau urutan benda dalam suatu deretan. Menurut KBBI, numeralia berarti kata atau frasa yang menunjukkan bilangan atau kuantitas. Numeralia atau kata bilangan bisa berupa angka atau kata lain yang menunjukkan kuantitas. Kata bilangan dapat dibagi menjadi kata bilangan tentu (takrif) dan kata bilangan tak tentu (tak takrif).

Kata bilangan tentu bisa berupa angka, pecahan, atau nilai yang menggunakan satuan seperti satu, setengah, dua, seperempat, setahun, dll. Kata bilangan tentu bisa dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu bilangan ordinal dan kardinal.

  • Kardinal atau kata bilangan utaam
    Contoh : Satu, dua, seribu, setengah, satu tahun, dll.
  • Ordinal atau kata bilangan tingkat
    Contoh : Pertama, kedua, ketiga, dst.

Selain kata bilangan tentu, kalian juga perlu seharusnya sering menggunakan kata bilangan tak tentu. Contoh kata bilangan tak tentu misalnya beberapa, seluruh, banyak, sebagian, segenap, dan berbagai.

7. Konjungsi

Konjungsi adalah kata yang digunakan untuk menghubungkan kata-kata, ungkapan-ungkapan atau kalimat-kalimat. Beberapa konjungsi yang biasa kita temukan, misalnya :

  • Atau
  • Agar
  • Tetapi
  • Ketika
  • Seandainya
  • Supaya
  • Seperti
  • Oleh
  • Karena
  • sehingga
  • bahwa
  • untuk
  • saat itu
  • kemudian
  • namun

Berdasarkan kalimat yang dihubungkan, konjungsi dibagi 2 menjadi konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif.

  • Konjungsi koordinatif : konjungsi yang menggabungkan kata atau klausa yang berstatus sama. konjungsi koordinatif menyambungkan kalimat setara, yang bisa berdiri sendiri apabila kata sambung dihilangkan
  • Konjungsi subordinatif : konjungsi yang menghubungkan anak kalimat dan induk kalimat atau menghubungkan bagian dari kalimat subordinatif. Konjungsi jenis ini menyambungkan kalimat tidak setara, yang tidak bisa berdiri sendiri.

8. Kata depan

Preposisi atau kata depan adalah kata yang secara sintaksis terdapat di depan nomina, adjektiva, atau adverbia dan secara semantis menandai berbagai hubungan makna antara konstituen di depan dan di belakang preposisi tersebut. Berikut ini adalah kata-kata yang termasuk preposisi beserta fungsinya.

  • Tempat berada : di, pada, dalam, atas dan antara.
  • Arah asal : dari.
  • Arah tujuan : ke, kepada, akan, dan terhadap.
  • Pelaku : oleh.
  • Alat : dengan dan berkat.
  • Perbandingan : daripada.
  • Hal atau masalah : tentang dan mengenai.
  • Akibat : hingga dan sampai.
  • Tujuan : untuk, buat, guna, dan bagi.

9. Interjeksi

Interjeksi adalah kata yang mengungkapkan perasaan dan maksud seseorang seperti marah, sedih, gembira, sakit, heran, kagum, terkejut dan sebagainya. Interjeksi umumnya diucapkan secara spontan. Interjeksi bisa terdiri dari satu atau dua kata. Interjeksi yang terdiri dari satu kata bisa berasal dari kata-kata biasa, kata-kata yang berdiri sendiri tanpa kegunaan selain interjeksi, atau bisa juga berupa tiruan bunyi. Interjeksi bisa punya banyak kegunaan.

  • Sebagai ungkapan keheranan;
  • Sebagai ungkapan kekesalan;
  • Sebagai ungkapan syukur.
  • Sebagai ungkapan perharapan;
  • Sebagai ungkapan kekagetan;
  • Sebagai ungkapan ajakan;
  • Sebagai ungkapan panggilan.

Contoh penggunaan interjeksi :

  • Aw!
  • Oh!
  • Dor!
  • Sial!
  • Tidak mungkin!
  • Wah, hebat sekali kamu!

10. Partikel

Definisi partikel dari sudut pandang ilmu bahasa sedikit berbeda dengan partikel dalam ilmu fisika. Dalam ilmu bahasa, partikel adalah kata yang mengandung makna dalam tata bahasa saat masuk ke dalam kalimat dan tidak mengandung makna leksikal, termasuk di dalamnya artikel, preposisi, konjungsi, dan interjeksi. Partikel bisa punya arti yang berbeda tergantung penempatannya dalam kalimat.

Contoh partikel :

  • lah
  • tah
  • mah
  • per
  • pun

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x