Persamaan dan Perbedaan Kata

Kesamaan arti beberapa kata dalam suatu bahasa adalah hal yang umum kita temukan. Selain kesamaan arti, kita juga bisa menemukan kesamaan-kesamaan lainnya seperti kesamaan lafal dan kesamaan susunan karakter yang digunakan. Lawan kata dari persamaan adalah perbedaan, dan itu juga bisa kita temukan dalam hampir semua bahasa.

Dalam setiap bahasa ada istilah-istilah khusus yang digunakan menunjukkan hubungan dari beberapa kata berdasarkan kesamaannya. Kita bisa saja menggunakan istilah persamaan kata atau perbedaan kata, tapi kesamaan yang dimaksud jadi kurang cukup jelas. Untuk memperjelas kesamaan dan perbedaan yang dimaksud, kalian bisa menggunakan istilah-istilah di bawah ini.

  • Sinonim : Kata-kata yang sama maknanya
  • Antonim : Dua kata yang berlawanan maknanya
  • Homonim : kata yang memiliki makna yang berbeda tetapi lafal atau ejaan sama.
  • Homofon : Kata-kata yang sama pengucapannya tapi beda penulisannya.
  • Homograf : Kata-kata yang beda lafal ddanya tapi sama penulisannya.
  • Polisemi : Kata-kata yang memiliki lebih dari satu arti sesuai penempatannya dalam kalimat.
  • Hiponim : Kata khusus yang merupakan bagian dari suatu kata umum.
  • Hipernim : Kata umum yang mewakili sekelompok kata lainnya.

Kalian perlu mempelajari istilah-istilah di atas untuk mempermudah penjelasan saat mempelajari bahasa Indonesia. Jika kalian belum bisa memastikan ada atau tidaknya hubungan kata-kata yang termasuk sinonim dan antonim, itu bisa kalian temukan di tesaurus.

Sinonim / Persamaan Kata

Kata-kata yang bersinonim adalah kata-kata atau frasa-frasa yang punya makna yang sama persis atau hanya dalam konteks tertentu. Walaupun begitu, kata-kata yang bersinonim bisa juga punya arti yang berbeda dalam konteks atau posisi yang berbeda. Contohnya “bisa” yang merupakan sinonim dari “dapat”. Dua kata tersebut disebut sinonim karena sama-sama menunjukkan arti “mampu”. Selain arti yang sama, kedua kata tersebut juga punya arti yang berbeda saat posisinya dalam kalimat diubah. Walaupun ada sinonim yang hanya sama sebagian maknanya, beberapa kata lain mungkin saja memiliki arti yang sama persis. Bisa juga bisa berarti racun, dan dapat bisa berarti “memperoleh”. Contoh lain dari sinonim bisa kalian lihat di bawah ini.

  1. Tiba <=> Sampai
  2. Dusta <=> Bohong
  3. Bunga <=> Kembang
  4. Giat <=> Rajin
  5. Suara <=> Bunyi
  6. Benar <=> Betul
  7. Pintar <=> Pandai
  8. Asa <=> Harapan
  9. Rincian <=> Detail
  10. Wajah <=> Muka

Antonim

Antonim atau lawan kata adalah kata-kata atau frasa-frasa yang berlawanan maknanya. Perbedaan dari antonim bisa berupa arah dan nilai yang berlawanan maupun perlawanan dalam bentuk lainnya. Beberapa kata bisa saja memiliki lebih dari satu antonim karena adanya beberapa sinonim atau makna dari kata tersebut. Contoh antonim bisa kalian lihat di bawah ini.

  1. Atas <=> Bawah
  2. Kiri <=> Kanan
  3. Depan <=> Belakang
  4. Pintar <=> Bodoh
  5. Penuh <=> Kosong
  6. Wangi <=> Busuk
  7. Suka <=> Benci
  8. Mudah <=> Sulit
  9. Benar <=> Salah
  10. Persamaan <=> Perbedaan.

Homonim

Homonim adalah kata yang sama lafal dan ejaannya, tetapi berbeda maknanya karena berasal dari sumber yang berlainan. Homonim bisa berupa beberapa hal atau benda yang diwakili oleh satu kata yang sama. Beberapa homonim mewakili kata yang jenisnya sama, dan ada juga yang mewakili kata yang jenisnya berbeda.

Di antara banyak orang yang mempelajari bahasa Indonesia, mungkin saja ada yang belum bisa membedakan homonim dengan polisemi dan makna kiasan. Makna kiasan berbeda dengan homonim karena homonim hanya mewakili perbedaan makna denotatif. Homonim juga berbeda dengan polisemi yang masih punya keterkaitan makna, dan umumnya bisa dibedakan saat sudah disusun menjadi frasa atau kalimat. Untuk membedakan homonim dengan polisemi, kalian perlu mengetahui ciri-ciri dari homonim yang ada di bawah ini.

  • Berupa 2 kata atau lebih
  • Tidak ada hubungan makna
  • Digunakan secara denotatif
  • Perbedaan maknanya bisa dipengaruhi oleh sumber budaya, bidang ilmu, atau cakupan tertentu.

Contoh homonim misalnya kata ketoprak yang bisa berarti nama makanan atau nama pertunjukkan. Keduanya ditulis dengan karakter yang sama dan juga dilafalkan dengan cara yang sama. Kedua kata tersebut juga termasuk kata benda. Untuk membedakan homonim, kalian perlu memahami konteks pembicaraan. Saat membicarakan tentang pertunjukkan, tentu saja kalian akan paham kalau ketoprak yang dimaksud adalah seni pertunjukkan, begitu juga saat membicarakan tentang makanan. Kalau makna suatu kata masih terdengar ambigu atau punya lebih dari satu makna karena termasuk homonim, kalian lebih baik menanyakannya pada lawan bicara kalian.

KataMakna ke-1Makna ke-2
KetoprakNama makananNama seni pertunjukkan
Bulan Nama kalenderNama satelit
BukuRangkuman kertasRuas
MalangNama kotaNasib
PanjangNama kotaUkuran
JangkaAlat UkurSelang waktu
Rapat Tidak renggangBerkumpul untuk berdiskusi
BeruangNama binatangMemiliki uang
SelangJeda waktuAlat untuk mengalirkan air
SalamSapaanJenis

Selain homonim yang punya dua arti, ada juga homonim yang punya lebih dari dua arti.

Homograf

Homonim adalah kata yang sama ejaannya, tetapi berbeda makna dan lafal atau cara membacanya. Sekalipun ditulis dengan karakter yang sama, beberapa kata bisa dibaca berbeda karena ada beberapa huruf yang memiliki beberapa bunyi seperti huruf O dan E. Karena saya cuma pakai tulisan, jadi saya tidak bisa menunjukkan perbedaan bunyi dari tiap kata dengan jelas. Walaupun begitu, kalian bisa memperkirakan perbedaan bunyinya sendiri kalau kalian sudah pernah mendengar kata-kata yang akan saya jadikan contoh di bawah ini.

KataArti Ke-1Arti Ke-2Bedanya?
ApelNama BuahBerkumpulE
KecapGerakan mulutOlahan KedelaiE
SeriSamaJenis rangkaianE
PerPembagianPegasE
MentalKekuatan JiwaTerpelantingE
SerangNama kotaKata KerjaE
TahuMakananKata kerjaH
BakKotak besarPerbandinganK

Homofon

Homofon adalah kata yang sama lafalnya dengan kata lain, tetapi berbeda ejaan dan maknanya. Intinya, homofon adalah kata-kata yang terdengar sama saat dibaca atau diucapkan.

Walaupun tulisannya berbeda, dua kata yang termasuk homofon menjadi sulit dibedakan saat diucapkan karena terdengar seperti kata yang sama. Hampir sama seperti homonim, kita bisa membedakan homofon saat diucapkan dengan memahami cakupan atau konteksnya.

Contoh :

  • Bank <==> Bang
  • Massa <==> Masa
  • Sangsi <==> Sanksi
  • Tank <==> Tang

Polisemi

Polisemi seringkali dianggap sama dengan homonim. Tapi, kedua istilah ini sebenarnya berbeda. Polisemi merupakan satu kata yang memiliki lebih dari satu makna. Perbedaannya adalah polisemi memiliki keterkaitan makna dan masih bisa dibedakan berdasarkan posisinya dalam kalimat, sedangkan Homonim tidak punya keterkaitan makna sehingga maknanya bisa berbeda jauh. Berbeda dengan homonim yang menunjukkan makna denotatif, polisemi bisa juga mengandung makna kiasan.

Contoh polisemi :

  • Akar => Akar pohon, Akar Masalah
  • Anak => Anak buah, Anak tangga, anak manusia

Dari contoh kata-kata di atas, kalian mungkin bisa melihat keterkaitan maknanya. Kesamaan kata akar pada akar pohon dan akar masalah adalah keduanya menunjukkan bagian yang menjadi dasar. Dalam KBBI, kata akar bermakna (1) ‘bagian tumbuhan yang biasanya tertanam di dalam tanah sebagai penguat dan pengisap air serta zat makanan’; (2) ‘asal mula, pokok, pangkal yang menjadi sebab (kiasan)’; (3) ‘unsur yang menjadi dasar pembentukan kata’. Polisemi atau banyaknya makna terjadi karena adanya beberapa konsep dalam pemaknaan suatu kata.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x