Kalimat Sederhana dalam Bahasa Jepang

Kalimat paling sederhana dalam bahasa Jepang hanya berisi satu kata kerja. Kata kerja dalam bahasa Jepang letaknya ada di akhir kalimat.

Subjek tidak diperlukan karena subjek dari suatu kalimat akan ditentukan berdasarkan konteks atau pembicaranya. Jika kalimatnya adalah kalimat tanya, maka subjeknya adalah “kamu”. Jika kalimatnya adalah kalimat berita yang menggunakan titik, maka subjeknya adalah “saya”. Selain itu, kalian bisa menyebut subjek yang ditandai dengan partikel が (ga) atau partikel は (wa). Subjek hanya perlu disebutkan sekali jika subjeknya belum berubah.

Konsep subjek dalam bahasa Jepang beda dengan bahasa Indonesia ataupun Inggris. Partikel wa sebenarnya digunakan untuk menyatakan topik yang akan dideskripsikan. Walaupun disebut sebagai partikel yang menunjukkan subjek, partikel ga hanya digunakan untuk menyampaikan keadaan atau informasi baru yang belum diketahui lawan bicara.

Selain kalimat dengan kata kerja, kalian juga bisa membuat kalimat dengan kata sifat atau kata benda. Pola kalimatnya bisa kalian lihat di bawah ini.

  • {Subjek} wa {Kata Sifat / Kata Kerja} desu.
  • {Subjek} ga {Kata Sifat / Kata Kerja} desu.

Kalau kalian belum paham beda partikel ga dan partikel wa, lebih baik gunakan partikel wa. Partikel wa bisa diartikan sebagai adalah jika kalian menggunakan pola kalimat di atas. Contoh kalimatnya bisa kalian lihat di bawah ini.

  • Desi wa kaisha-in desu => デシは会社員です。
    • Arti : Desi adalah karyawan
  • Tomi wa keisatsu desu => トミは警察です。
    • Arti : Tomi adalah polisi.
  • Kanojo wa kawaii desu => 彼女は可愛いです。
    • Arti : Dia imut.

Desu adalah salah satu kopula dalam bahasa Jepang. Desu digunakan untuk mendeskripsikan tentang sesuatu saat ini atau di masa depan. Kalian bisa menggantinya dengan deshita jika kalian ingin mendeskripsikan sesuatu di masa lampau.

Kopula

Kopula dalam bahasa Jepang digunakan untuk menunjukkan bentuk waktu. Dalam bahasa jepang, bentuk waktu hanya ada lampau dan non-lampau. Waktu non-lampau yang saya maksud adalah waktu selain di masa lalu. Untuk situasi formal, kopula yang digunakan adalah desu atau deshita. Selain itu, kalian bisa juga mengganti desu dengan da dalam situasi informal. Deshita bisa diganti dengan datta.

Perempuan biasanya tidak menggunakan “da” yang dianggap punya kesan maskulin. Sebagai gantinya, kopula tidak digunakan sama sekali saat mendeskripsikan sesuatu dalam percakapan informal.

Selain kopula yang sudah saya sebutkan di atas, ada juga deshou dan darou yang digunakan untuk menyampaikan perkiraan atau pengandaian.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x