Contoh Kalimat Aktif dan Pasif yang Sering Keliru di Tulisan: Panduan Praktis Biar Nggak Bingung Lagi
kalimat aktif pasif

Contoh Kalimat Aktif dan Pasif yang Sering Keliru di Tulisan: Panduan Praktis Biar Nggak Bingung Lagi

0 0
Read Time:9 Minute, 15 Second

Pernah tidak kamu baca tulisan sendiri, lalu merasa ada yang “nggak enak” tapi bingung apa yang salah?

Atau mungkin kamu dapat koreksi dari editor atau dosen: “Ini seharusnya pasif, bukan aktif” — dan kamu bertanya-tanya: “Emangnya bedanya apa sih?”

Tenang, kamu nggak sendirian! Banyak penulis, mahasiswa, bahkan profesional sering keliru membedakan kalimat aktif dan pasif dalam bahasa Indonesia. Padahal, memahami perbedaannya penting banget untuk membuat tulisan yang jelas, efektif, dan enak dibaca.

Artikel ini bakal ajak kamu memahami perbedaan kalimat aktif dan pasif, lengkap dengan contoh-contoh yang sering keliru, cara memperbaikinya, dan tips praktis yang bisa langsung kamu terapkan. Buat konten edukasi bahasa Indonesia lainnya, kunjungi BAHASA-BAHASA.


Kenapa Memahami Aktif vs Pasif Itu Penting?

Bukan Sekadar “Soal Grammar”

Alasan Manfaat Praktis Contoh Nyata
Tulisan Lebih Jelas Pembaca langsung paham siapa pelaku dan apa yang terjadi “Surat dikirim oleh admin” (jelas) vs “Surat mengirim oleh admin” (bingung)
Nada Tulisan Lebih Tepat Aktif untuk tegas dan langsung; pasif untuk formal atau menekankan objek Email bisnis: “Kami telah memproses pesanan Anda” (aktif, ramah) vs “Pesanan Anda telah diproses” (pasif, formal)
Nilai Lebih di Dunia Profesional Laporan, proposal, atau konten yang strukturnya rapi lebih dipercaya Proposal kerja yang strukturnya rapi lebih meyakinkan klien
Hindari Kesalahpahaman Kalimat yang ambigu bisa bikin pesan tidak tersampaikan dengan benar “Laporan diperiksa manajer” (siapa yang memeriksa?) vs “Manajer memeriksa laporan” (jelas)

Poin penting: Kamu tidak perlu menghafal semua aturan sekaligus. Fokus pada pola paling umum dulu — sisanya akan mengikuti seiring praktik.


Gambaran Cepat: Aktif vs Pasif dalam Satu Pandangan

Tabel Perbandingan Simpel

Aspek Kalimat Aktif Kalimat Pasif
Fokus Pelaku (subjek) melakukan tindakan Objek menerima tindakan
Ciri Khas Awalan me-, ber-, atau tanpa imbuhan Awalan di-, ter-, atau ke-an
Pola Umum Subjek + Predikat (me-/ber-) + Objek Objek + Predikat (di-/ter-) + (oleh + Subjek)
Contoh Ibu memasak nasi. Nasi dimasak oleh Ibu.

Tips realistis: Jangan hafalkan tabel ini sekaligus. Baca pelan-pelan, lalu praktikkan satu per satu.


Deep Dive: Kalimat Aktif — Ketika Subjek “Beraksi”

Ciri-Ciri Kalimat Aktif

✅ Subjek melakukan tindakan secara langsung

✅ Predikat biasanya berawalan me-, ber-, atau kata kerja dasar

✅ Urutan umum: Subjek → Predikat → Objek

Pola Umum Kalimat Aktif

Pola Contoh Arti
S + me- + O Adik membaca buku. Adik (pelaku) melakukan aksi membaca pada buku
S + ber- + (Keterangan) Ayah berangkat kerja pagi. Ayah melakukan aksi berangkat
S + kata kerja dasar + O Kami tunggu kabar. Kami melakukan aksi menunggu

❌ Kesalahan Umum dengan Kalimat Aktif

Salah ❌ Benar ✅ Penjelasan
Buku membaca oleh adik. Adik membaca buku. Subjek harus pelaku; “buku” tidak bisa membaca
Saya telah mempresentasikan tentang proyek. Saya telah mempresentasikan proyek. / Saya telah memberikan presentasi tentang proyek. “Mempresentasikan” tidak diikuti “tentang”; gunakan objek langsung atau ganti frasa
Mereka sedang diskusi tentang masalah. Mereka sedang mendiskusikan masalah. / Mereka sedang berdiskusi tentang masalah. “Diskusi” kata benda; butuh imbuhan me- atau ber- untuk jadi predikat aktif

Contoh Konkret dalam Konteks Nyata

Situasi: Menulis email kerja

“Laporan telah saya kirimkan oleh tim.” (pasif + aktif campur, bingung)

“Saya telah mengirimkan laporan.” (aktif, jelas siapa pelaku)

“Laporan telah dikirimkan oleh tim.” (pasif, fokus pada objek)

Situasi: Menulis konten media sosial

“Produk ini sangat disukai oleh pelanggan kami.” (pasif, kurang energik)

“Pelanggan kami sangat menyukai produk ini!” (aktif, lebih hidup dan persuasif)

Tips praktis: Jika kamu bisa ganti dengan “[orang] melakukan [aksi]” dalam bahasa Indonesia, kemungkinan besar itu kalimat aktif.


Deep Dive: Kalimat Pasif — Ketika Objek “Dikenai Aksi”

Ciri-Ciri Kalimat Pasif

✅ Subjek menerima tindakan (bukan melakukan)

✅ Predikat biasanya berawalan di-, ter-, atau ke-an

✅ Urutan umum: Objek → Predikat (di-/ter-) + (oleh + Pelaku)

Pola Umum Kalimat Pasif

Pola Contoh Arti
O + di- + (oleh + S) Buku dibaca oleh adik. Buku (objek) menerima aksi membaca dari adik
O + ter- + (Keterangan) Pintu terbuka tiba-tiba. Pintu menerima aksi terbuka (sering tanpa pelaku jelas)
O + ke-an + (Keterangan) Rumah itu kehujanan semalam. Rumah menerima dampak kehujanan

Frasa Pasif yang Sering Muncul

dibuat oleh, dikirimkan kepada, dilaporkan ke, terjadi pada, ditemukan di

❌ Kesalahan Umum dengan Kalimat Pasif

Salah ❌ Benar ✅ Penjelasan
Saya dipresentasikan proyek. Proyek dipresentasikan oleh saya. / Saya mempresentasikan proyek. “Saya” tidak bisa “dipresentasikan”; sesuaikan subjek-objek
Masalah didiskusikan tentang oleh tim. Masalah didiskusikan oleh tim. / Tim mendiskusikan masalah. “Didiskusikan” tidak diikuti “tentang”; hapus atau ubah struktur
Surat telah dikirmkan. Surat telah dikirimkan. Typo umum: “dikirmkan” seharusnya “dikirimkan”

Contoh Konkret dalam Konteks Nyata

Situasi: Laporan resmi

“Proposal telah disetujui oleh direktur.”

Pasif tepat karena fokus pada objek (proposal) yang menerima aksi, bukan pada siapa yang menyetujui.

Situasi: Berita atau pengumuman

“Jalan protokol akan ditutup pada hari Minggu.”

Pasif tepat karena pelaku (polisi/dinas) tidak penting; yang penting informasinya: jalan ditutup.

Tips praktis: Jika kamu bisa ganti dengan “[benda/orang] dikenai [aksi]” dalam bahasa Indonesia, kemungkinan besar itu kalimat pasif.


7 Kesalahan Aktif-Pasif yang Paling Sering Terjadi (dan Cara Memperbaikinya)

1. Campur Aduk Aktif dan Pasif dalam Satu Kalimat

Salah ❌ Benar ✅ Penjelasan
Saya telah mengirimkan laporan dan laporan telah saya terima balasan. Saya telah mengirimkan laporan dan telah menerima balasannya. (aktif konsisten)
Laporan telah saya kirimkan dan balasan telah saya terima. (pasif konsisten)
Jangan ganti-ganti struktur dalam satu kalimat; pilih satu pola dan pertahankan

2. Menggunakan “di-” untuk Kata Bukan Kerja

Salah ❌ Benar ✅ Penjelasan
Acara diadakannya di gedung serba guna. Acara diadakan di gedung serba guna. “Diadakan” sudah pasif; “diadakannya” redundan dan tidak baku
Masalah diselesaikannya dengan baik. Masalah diselesaikan dengan baik. / Ia menyelesaikan masalah dengan baik. “-nya” setelah di- sering tidak perlu; gunakan jika memang merujuk pada pelaku spesifik

3. Lupa Imbuhan pada Kata Kerja Aktif

Salah ❌ Benar ✅ Penjelasan
Kami tunggu kabar dari Anda. Kami menunggu kabar dari Anda. (aktif formal)
Kami tunggu kabar Anda. (aktif informal, bisa diterima)
“Tunggu” kata dasar; untuk formal, tambahkan me- jadi “menunggu”
Mereka diskusi tentang hal ini. Mereka mendiskusikan hal ini. / Mereka berdiskusi tentang hal ini. “Diskusi” kata benda; butuh imbuhan untuk jadi predikat

4. Salah Letak “oleh” dalam Kalimat Pasif

Salah ❌ Benar ✅ Penjelasan
Oleh manajer, laporan diperiksa. Laporan diperiksa oleh manajer. “Oleh + pelaku” biasanya di akhir kalimat pasif, bukan di awal
Dibaca oleh saya buku itu. Buku itu dibaca oleh saya. Urutan pasif: Objek → Predikat → (oleh + Pelaku)

5. Menggunakan Pasif untuk Kalimat Perintah

Salah ❌ Benar ✅ Penjelasan
Dikirimkan laporan ini segera! Kirimkan laporan ini segera! Kalimat perintah umumnya aktif; gunakan kata dasar atau -kan/-i
Dibaca dengan teliti instruksi berikut. Baca dengan teliti instruksi berikut. Sama: perintah = aktif

6. Pasif “Ter-” yang Keliru Makna

Salah ❌ Benar ✅ Penjelasan
Buku terbacakan oleh adik. Buku terbaca oleh adik. / Buku dibaca oleh adik. “Terbacakan” tidak baku; “terbaca” = tidak sengaja/hasil, “dibaca” = aksi sengaja
Pintu terkunci oleh saya. Pintu saya kunci. / Pintu dikunci oleh saya. “Ter-” sering untuk kejadian tidak sengaja; untuk aksi sengaja, gunakan “di-“

7. Typo Imbuhan “di-” vs Kata Depan “di”

Salah ❌ Benar ✅ Penjelasan
Surat di kirim kemarin. Surat dikirim kemarin. “Dikirim” (satu kata) = imbuhan pasif; “di kirim” (dua kata) = kata depan + kata kerja, kurang lazim
Buku di baca oleh siswa. Buku dibaca oleh siswa. Sama: imbuhan “di-” digabung dengan kata kerja

Tips praktis: Kalau ragu, tanya: “Apakah ini menunjukkan aksi (aktif) atau menerima aksi (pasif)?” Lalu cek imbuhan dan urutannya.


Cheat Sheet: Aktif atau Pasif? Cek Cepat!

Flowchart Sederhana (Versi Teks)

Apakah subjek MELAKUKAN tindakan?
├─ YA → Kemungkinan AKTIF
│ ├─ Cek: ada imbuhan me-/ber-? → Konfirmasi aktif
│ └─ Contoh: *Guru menjelaskan materi.*

└─ TIDAK → Apakah subjek MENERIMA tindakan?
├─ YA → Kemungkinan PASIF
│ ├─ Cek: ada imbuhan di-/ter-? → Konfirmasi pasif
│ └─ Contoh: *Materi dijelaskan oleh guru.*

└─ TIDAK → Mungkin kalimat nominal atau lain
└─ Contoh: *Dia guru.* (bukan aktif/pasif)

Tabel Ringkas untuk Referensi Cepat

Jika Kamu Mau Bilang… Gunakan… Contoh
“[Orang] melakukan [aksi]” Aktif Tim menyelesaikan proyek.
“[Benda/orang] dikenai [aksi]” Pasif Proyek diselesaikan oleh tim.
Perintah atau ajakan Aktif (kata dasar/-kan) Kirimkan laporan hari ini.
Menekankan objek, bukan pelaku Pasif Laporan telah dikirimkan.
Kejadian tidak sengaja Pasif dengan ter- Gelas terjatuh.
Kejadian yang dialami Pasif dengan ke-an Rumah kebanjiran.


Latihan Mini: Uji Pemahamanmu!

Latihan 1: Aktif atau Pasif?

Tentukan apakah kalimat berikut aktif (A) atau pasif (P).

  1. Surat itu telah dikirim oleh sekretaris.P
  2. Sekretaris telah mengirimkan surat itu.A
  3. Pintu terbuka saat angin kencang.P (ter-)
  4. Angin kencang membuka pintu.A
  5. Masalah ini sedang didiskusikan tim.P
  6. Tim sedang mendiskusikan masalah ini.A
  7. Buku ini sangat disukai pembaca.P
  8. Pembaca sangat menyukai buku ini.A

Latihan 2: Perbaiki Kalimat yang Keliru

Perbaiki kalimat berikut agar strukturnya tepat.

  1. Laporan telah saya kirimkan dan telah saya terima balasan oleh manajer.
  2. Saya telah mengirimkan laporan dan telah menerima balasan dari manajer. (aktif konsisten)
  3. Masalah didiskusikan tentang oleh tim.
  4. Masalah didiskusikan oleh tim. / Tim mendiskusikan masalah.
  5. Oleh direksi, keputusan diambil.
  6. Keputusan diambil oleh direksi.
  7. Acara diadakannya bulan depan.
  8. Acara diadakan bulan depan. / Mereka mengadakan acara bulan depan.
  9. Dibaca dengan teliti peraturan berikut.
  10. Baca dengan teliti peraturan berikut.

Tips latihan: Buat 3 kalimat aktif dan 3 pasif tentang aktivitasmu hari ini. Minta teman mereview atau cek ulang sendiri dengan cheat sheet di atas.


Tips Praktis Menghindari Kesalahan Aktif-Pasif

1. Gunakan “Tes Ganti Subjek-Objek”

Caranya:

  • Ambil kalimatmu
  • Coba tukar posisi subjek dan objek
  • Jika maknanya tetap logis dengan penyesuaian imbuhan, kamu mungkin keliru struktur

Contoh:

Kalimat: “Buku membaca adik.” (aneh) Tukar: “Adik membaca buku.” (masuk akal → ini struktur yang benar)

2. Baca Keras-Keras

Mengapa bekerja?

  • Kalimat yang strukturnya kacau sering “terdengar aneh” saat diucapkan
  • Membaca keras memaksa otak memproses struktur, bukan sekadar mata melintas

Tips:

✅ Baca kalimatmu dengan suara pelan

✅ Jika kamu sendiri bingung atau terbatuk-batuk, kemungkinan besar perlu diperbaiki

3. Buat “Daftar Imbuhan Andalan”

Simpan catatan kecil tentang imbuhan yang sering kamu gunakan:

AKTIF: me-, ber-, meng-, meny-, mem-, menge-
PASIF: di-, ter-, ke-an
PERINTAH: kata dasar, -kan, -i, -lah

Contoh aplikasi:

Mau bilang “[seseorang] melakukan [aksi]”? Cek: pakai me- atau ber-. Mau bilang “[sesuatu] dikenai [aksi]”? Cek: pakai di- atau ter-.

4. Minta “Second Pair of Eyes”

Strategi:

✅ Minta teman atau kolega membaca tulisanmu sebelum dipublikasi

✅ Fokuskan permintaan: “Cek apakah struktur aktif-pasif-nya sudah konsisten?”

✅ Terima masukan sebagai bahan belajar, bukan kritik personal

5. Latih dengan Menyalin Tulisan Berkualitas

Caranya:

✅ Pilih artikel atau buku yang bahasanya kamu kagumi

✅ Salin 1-2 paragraf dengan tangan (atau ketik ulang)

✅ Perhatikan pola aktif-pasif yang digunakan penulis

✅ Tiru polanya dalam tulisanmu sendiri

Tips realistis: Jangan perfeksionis. Setiap penulis pernah keliru. Yang penting: terus belajar dan memperbaiki.


Penutup: Progress, Bukan Perfeksi

Memahami perbedaan kalimat aktif dan pasif bukan tentang menjadi ahli bahasa dalam semalam. Ia tentang:

Membangun kesadaran bahwa setiap struktur kalimat membawa nuansa makna

Berani mencoba meski belum 100% yakin — karena praktik adalah guru terbaik

Merayakan progres kecil: satu kalimat yang diperbaiki hari ini lebih berharga daripada rencana “nanti kalau sudah ahli”

Ingatlah:

  • Kesalahan adalah data, bukan vonis. Setiap koreksi adalah petunjuk untuk perbaikan.
  • Konteks adalah kunci. Sering kali, pilihan aktif atau pasif tergantung pada apa yang ingin kamu tekankan.
  • Komunikasi efektif > grammar sempurna. Pembaca lebih menghargai pesan yang jelas daripada kalimat yang flawless tapi kaku.

Mulailah dari langkah kecil hari ini:

  1. Pilih satu pola (misal: di- untuk pasif) dan perhatikan penggunaannya dalam tulisanmu
  2. Baca satu artikel favorit, catat 3 contoh aktif dan 3 pasif yang kamu temukan
  3. Rayakan setiap kali kamu berhasil memilih struktur yang tepat — sekecil apa pun momen itu

Karena kemahiran berbahasa bukan tentang menghindari semua kesalahan. Ia tentang keberanian untuk terus berkomunikasi, belajar, dan tumbuh — satu kalimat, satu paragraf, satu tulisan pada satu waktu.

Prinsip penutup: Bahasa bukan tentang menjadi seperti penulis profesional. Ia tentang menjadi versi terbaik dari dirimu yang mampu menyampaikan ide dengan jelas, tepat, dan penuh makna — dalam bahasa Indonesia yang kamu kuasai.

Untuk materi edukasi bahasa Indonesia, tips menulis, dan panduan komunikasi lainnya yang santai dan mudah dipahami, kunjungi BAHASA-BAHASA — tempat belajar bahasa yang menyenangkan untuk semua level!

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%