Bahasa adalah cermin peradaban manusia. Seiring perkembangan zaman, bahasa pun mengalami perubahan. Di era globalisasi, perubahan bahasa di era globalisasi menjadi fenomena yang tak terhindarkan, terutama ketika teknologi, budaya pop, dan interaksi antarbangsa semakin intensif.
Menurut Prof. Dr. Mahsun, M.S., pakar linguistik Indonesia, globalisasi memberi ruang bagi bahasa untuk beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat modern, tetapi juga menghadirkan ancaman bagi keberlangsungan bahasa daerah.
Faktor Pendorong Perubahan Bahasa
Beberapa hal yang mendorong perubahan bahasa di era globalisasi antara lain:
- Teknologi digital → penggunaan emoji, singkatan, hingga bahasa gaul di media sosial.
- Interaksi lintas budaya → masuknya kosakata asing dari bahasa Inggris, Korea, Jepang, dan lain-lain.
- Media massa dan hiburan → istilah viral dari film, drama Korea, atau game online cepat diadopsi masyarakat.
- Mobilitas global → migrasi dan pendidikan luar negeri memperkaya kosakata baru dalam bahasa sehari-hari.
Dampak Positif Perubahan Bahasa
- Memperkaya kosakata: bahasa Indonesia menyerap istilah baru yang memudahkan komunikasi.
- Memperkuat daya saing global: generasi muda terbiasa dengan bahasa asing, terutama Inggris.
- Mendorong kreativitas: muncul bahasa gaul digital yang unik dan dinamis.
Tantangan Perubahan Bahasa
Meski membawa manfaat, perubahan bahasa juga memiliki risiko:
- Bahasa daerah terpinggirkan: banyak generasi muda enggan menggunakan bahasa ibu.
- Kesalahpahaman antar generasi: istilah baru sering tidak dipahami orang tua.
- Identitas budaya tergeser: dominasi bahasa asing bisa mengikis keaslian bahasa Indonesia.
Menurut Badan Bahasa Kemendikbud, dari 718 bahasa daerah di Indonesia, sebagian besar berstatus terancam punah akibat kurangnya regenerasi penutur.
Perubahan Bahasa dan Identitas Budaya
Bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga identitas bangsa. Dalam konteks globalisasi, menjaga keseimbangan antara menerima kosakata asing dan melestarikan bahasa lokal menjadi sangat penting.
Hilmar Farid, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, menekankan bahwa globalisasi seharusnya tidak mematikan bahasa daerah, melainkan mendorong masyarakat untuk semakin menghargai kekayaan linguistik bangsa.
Baca juga artikel kami tentang Evolusi Bahasa Digital di Era Modern
Strategi Menghadapi Perubahan Bahasa
- Revitalisasi bahasa daerah di sekolah dan komunitas.
- Pemanfaatan teknologi untuk dokumentasi dan pembelajaran bahasa lokal.
- Kampanye kesadaran bahasa agar masyarakat tetap bangga berbahasa Indonesia.
- Kreativitas konten digital yang mengangkat bahasa lokal agar relevan dengan generasi muda.
Kesimpulan
Perubahan bahasa di era globalisasi adalah kenyataan yang tak bisa dihindari. Tantangan terbesar kita adalah menjaga keseimbangan: menerima inovasi bahasa tanpa melupakan identitas budaya.
Dengan melestarikan bahasa daerah dan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, kita bisa membuktikan bahwa globalisasi tidak harus mengikis identitas, tetapi justru memperkaya jati diri bangsa.