Minat masyarakat Indonesia terhadap bahasa Mandarin terus meningkat sepanjang 2026. Fenomena ini bukan lagi sekadar tren sesaat, tetapi sudah berubah menjadi kebutuhan nyata dalam pendidikan, bisnis, dan karier internasional.
Menurut sejumlah lembaga pendidikan, jumlah pendaftar kelas Mandarin di Indonesia meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Banyak sekolah dan kampus kini mulai memasukkan Mandarin sebagai bahasa pilihan tambahan dalam kurikulum.
Baca juga: Mengapa Kurikulum Bahasa di SMA–SMK Jakarta Mulai Diperkuat?
1. Alasan Bahasa Mandarin Semakin Diminati
• Peluang kerja yang lebih luas
Banyak perusahaan internasional yang beroperasi di Indonesia berasal dari Tiongkok. Kehadiran perusahaan teknologi, industri manufaktur, dan energi membuat kemampuan bahasa Mandarin menjadi nilai tambah besar bagi anak muda.
Menurut laporan global yang dirilis oleh World Economic Forum, Mandarin termasuk salah satu bahasa yang paling dibutuhkan dalam ekonomi internasional pada dekade ini. Laporan dapat dilihat melalui situs resmi WEF.
• Popularitas budaya Tiongkok
Drama, musik, game, dan platform digital asal China juga ikut meningkatkan minat generasi muda untuk memahami bahasanya. Semakin sering masyarakat terpapar konten Mandarin, semakin tinggi keinginan untuk mempelajarinya.
• Banyak beasiswa luar negeri yang mensyaratkan Mandarin
Program beasiswa ke Tiongkok, Taiwan, dan Singapura semakin diminati pelajar Indonesia. Tidak sedikit penerima beasiswa mengatakan bahwa kemampuan Mandarin membuka pintu kesempatan belajar yang sebelumnya tidak mereka bayangkan.
2. Bahasa Mandarin Mulai Masuk Kurikulum Sekolah
Beberapa sekolah swasta dan negeri di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan mulai menambahkan pilihan Mandarin dalam program pembelajaran. Guru bahasa asing juga mendapat pelatihan tambahan agar metode pengajaran lebih modern.
Program ini ikut mendorong perhatian publik setelah beberapa wilayah mulai meningkatkan kurikulum bahasa asing, sebagaimana sudah diberitakan sebelumnya di bahasa-bahasa.com.
Baca juga: Alasan DKI Menambah Pelajaran Bahasa Asing di SMA–SMK
3. Apakah Mandarin Sulit Dipelajari?
Banyak pemula menganggap Mandarin sulit karena nada dan hurufnya berbeda. Kenyataannya, semakin berkembang teknologi pembelajaran, semakin mudah pula cara belajar bahasa ini.
Aplikasi belajar modern, AI conversation partner, dan fitur latihan pengucapan seperti yang telah diperkenalkan Google dalam pembaruan Google Translate membuat belajar Mandarin terasa lebih ringan.
4. Dampak Jangka Panjang bagi Pelajar Indonesia
Menguasai Bahasa Mandarin tidak hanya menambah kemampuan komunikasi, tetapi juga membuka peluang untuk:
- pekerjaan internasional,
- beasiswa S1–S3,
- bisnis ekspor-impor,
- kerja sama startup,
- hingga jaringan profesional lintas negara.
Di era global, siapa yang menguasai lebih banyak bahasa, dialah yang lebih mudah masuk peluang yang lebih luas.
Kesimpulan
Peningkatan pembelajaran Mandarin di Indonesia bukan hanya tren, tetapi bagian dari transformasi pendidikan global. Mulai 2026, kemampuan bahasa ini diprediksi menjadi keterampilan strategis bagi pelajar dan tenaga profesional. Pemahaman bahasa dunia akan makin penting, dan Mandarin menjadi salah satu yang paling menjanjikan.
