20 Kata Serapan dari Bahasa Asing yang Resmi Masuk KBBI: Lengkap dengan Contoh Penggunaannya
kata serapan

20 Kata Serapan dari Bahasa Asing yang Resmi Masuk KBBI: Lengkap dengan Contoh Penggunaannya

0 0
Read Time:9 Minute, 0 Second

Pernah tidak kamu mendengar kata seperti “aplikasi”, “unduh”, atau “daring” dan bertanya-tanya: “Ini kata asli Indonesia atau serapan dari bahasa lain, ya?”

Atau mungkin kamu bingung kapan harus pakai “upload” dan kapan harus pakai “unggah” dalam penulisan formal?

Tenang, kamu nggak sendirian! Bahasa Indonesia itu dinamis—terus berkembang dengan menyerap kata-kata dari bahasa asing yang kemudian dibakukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Artikel ini bakal ajak kamu mengenal 20 kata serapan dari bahasa asing yang resmi masuk KBBI, lengkap dengan asal bahasa, arti, dan contoh konkret penggunaannya dalam kalimat. Buat konten edukasi bahasa lainnya yang santai dan mudah dipahami, kunjungi BAHASA-BAHASA.


Apa Itu Kata Serapan dan Kenapa Penting?

Kata serapan adalah kata yang diambil dari bahasa asing, lalu disesuaikan ejaan, pelafalan, atau maknanya agar cocok dengan kaidah bahasa Indonesia.

Contoh konkret proses penyerapan:

  • “Computer” (Inggris) → “komputer” (Indonesia)
  • “Application” (Inggris) → “aplikasi” (Indonesia)
  • “Download” (Inggris) → “unduh” (Indonesia)

Kenapa kata serapan penting?

Alasan Penjelasan Contoh Nyata
Memperkaya kosakata Bahasa Indonesia jadi lebih ekspresif untuk konsep baru “Streaming” jadi “strim” untuk aktivitas nonton konten online
Memudahkan komunikasi global Kata serapan sering kali lebih mudah dipahami lintas budaya “Email” lebih universal daripada “surat elektronik”
Mencerminkan perkembangan zaman Bahasa menyerap istilah untuk teknologi, budaya, atau fenomena baru “Gawai” untuk gadget, “daring” untuk online

Poin penting: Kata serapan bukan “kata asing”. Setelah masuk KBBI, ia resmi menjadi bagian dari bahasa Indonesia!


20 Kata Serapan Populer dari Bahasa Asing yang Resmi di KBBI

1. Aplikasi (dari Bahasa Inggris: Application)

Arti: Program perangkat lunak yang dirancang untuk menjalankan fungsi tertentu.

Contoh konkret:

  • “Saya baru mengunduh aplikasi belajar bahasa di ponsel.”
  • “Aplikasi ini membantu saya mengatur jadwal harian dengan lebih efisien.”

Tips penggunaan: Gunakan “aplikasi” untuk konteks formal; “app” boleh untuk percakapan santai.


2. Unduh (dari Bahasa Inggris: Download)

Arti: Menyalin data atau program dari internet ke perangkat lokal.

Contoh konkret:

  • “Silakan unduh materi presentasi dari link yang disediakan.”
  • “Saya sedang mengunduh film untuk ditonton nanti malam.”

Tips penggunaan: “Unduh” adalah bentuk baku; “download” masih umum di percakapan informal.


3. Unggah (dari Bahasa Inggris: Upload)

Arti: Menyalin data atau program dari perangkat lokal ke internet atau server.

Contoh konkret:

  • “Jangan lupa unggah tugas sebelum tenggat waktu.”
  • “Dia mengunggah foto liburan ke media sosial.”

Tips penggunaan: Pasangkan dengan “unduh” untuk konsistensi: “unduh-unggah”, bukan “download-upload”.


4. Daring (Akronim: Dalam Jaringan = Online)

Arti: Terhubung ke jaringan internet; beroperasi melalui internet.

Contoh konkret:

  • “Kuliah daring memungkinkan saya belajar dari rumah.”
  • “Toko daring itu menawarkan diskon khusus untuk anggota baru.”

Tips penggunaan: “Daring” adalah padanan resmi; “online” masih diterima dalam konteks informal.


5. Luring (Akronim: Luar Jaringan = Offline)

Arti: Tidak terhubung ke jaringan internet; beroperasi tanpa koneksi internet.

Contoh konkret:

  • “Acara luring dihadiri oleh 200 peserta dari berbagai daerah.”
  • “Saya lebih suka belanja luring karena bisa melihat barang langsung.”

Tips penggunaan: “Luring” kurang populer daripada “daring”, tapi semakin sering digunakan dalam konteks formal.


6. Gawai (dari Bahasa Inggris: Gadget)

Arti: Perangkat elektronik kecil dengan fungsi praktis, seperti ponsel atau tablet.

Contoh konkret:

  • “Anak-anak sekarang sudah mahir menggunakan gawai sejak usia dini.”
  • “Jangan lupa bawa gawai untuk dokumentasi acara.”

Tips penggunaan: “Gawai” terdengar lebih formal; “gadget” masih umum di percakapan sehari-hari.


7. Surel (Akronim: Surat Elektronik = Email)

Arti: Pesan digital yang dikirim melalui jaringan internet.

Contoh konkret:

  • “Silakan kirim lamaran kerja melalui surel ke alamat yang tertera.”
  • “Saya menerima surel konfirmasi pendaftaran besok pagi.”

Tips penggunaan: “Surel” jarang digunakan dalam percakapan; “email” masih dominan.


8. Prangko (dari Bahasa Belanda: Postzegel)

Arti: Kertas kecil bergambar yang ditempel pada surat sebagai bukti pembayaran ongkos kirim.

Contoh konkret:

  • “Koleksi prangko kuno itu sangat bernilai bagi para filatelis.”
  • “Jangan lupa tempel prangko sebelum memasukkan surat ke kotak pos.”

Tips penggunaan: Kata ini sudah sangat membaur; banyak yang tidak sadar ini kata serapan.


9. Konkret (dari Bahasa Belanda: Concreet)

Arti: Nyata; dapat dilihat, diraba, atau dibuktikan secara fisik.

Contoh konkret:

  • “Berikan contoh konkret agar penjelasanmu lebih mudah dipahami.”
  • “Rencana itu masih abstrak; kita butuh langkah konkret untuk mewujudkannya.”

Tips penggunaan: Lawan kata “abstrak”; gunakan dalam konteks formal atau akademis.


10. Efektif (dari Bahasa Belanda: Effectief)

Arti: Berhasil guna; mendatangkan hasil yang diinginkan.

Contoh konkret:

  • “Metode belajar ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman siswa.”
  • “Obat ini efektif meredakan gejala flu dalam 24 jam.”

Tips penggunaan: Jangan bingung dengan “efisien” (hemat sumber daya); “efektif” fokus pada hasil.


11. Analisis (dari Bahasa Inggris/Belanda: Analysis)

Arti: Penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya untuk dipelajari lebih mendalam.

Contoh konkret:

  • “Laporan ini menyajikan analisis data penjualan kuartal terakhir.”
  • “Sebelum mengambil keputusan, lakukan analisis risiko terlebih dahulu.”

Tips penggunaan: Ejaan baku “analisis”, bukan “analisa” (meski sering digunakan).


12. Sistem (dari Bahasa Belanda: Systeem)

Arti: Sekumpulan unsur yang saling terkait dan bekerja bersama untuk mencapai tujuan tertentu.

Contoh konkret:

  • “Sistem pendidikan di Indonesia terus mengalami perbaikan.”
  • “Aplikasi ini menggunakan sistem keamanan berlapis untuk melindungi data pengguna.”

Tips penggunaan: Kata ini sudah sangat umum; jarang disadari sebagai kata serapan.


13. Kualitas (dari Bahasa Belanda: Kwaliteit)

Arti: Tingkat baik-buruknya sesuatu; mutu.

Contoh konkret:

  • “Produk ini memiliki kualitas tinggi dengan harga terjangkau.”
  • “Perusahaan berkomitmen menjaga kualitas layanan pelanggan.”

Tips penggunaan: “Kualitas” lebih formal; “mutu” sering digunakan dalam konteks teknis atau regulasi.


14. Kuantitas (dari Bahasa Belanda: Kwantiteit)

Arti: Jumlah; banyaknya sesuatu yang dapat diukur.

Contoh konkret:

  • “Kuantitas pesanan harus dikonfirmasi sebelum diproses.”
  • “Fokus pada kualitas, bukan hanya kuantitas, dalam mengerjakan tugas.”

Tips penggunaan: Sering dipasangkan dengan “kualitas”: “kualitas dan kuantitas”.


15. Potensi (dari Bahasa Belanda: Potentie)

Arti: Kemampuan yang dimiliki seseorang atau sesuatu untuk berkembang lebih lanjut.

Contoh konkret:

  • “Daerah ini memiliki potensi wisata yang belum tergali optimal.”
  • “Dia menunjukkan potensi kepemimpinan sejak usia muda.”

Tips penggunaan: Jangan bingung dengan “potensi” dalam arti “kemungkinan”; konteks menentukan makna.


16. Risiko (dari Bahasa Belanda: Risico)

Arti: Kemungkinan terjadinya hal yang tidak diinginkan; bahaya.

Contoh konkret:

  • “Investasi saham memiliki risiko tinggi, namun potensi keuntungan juga besar.”
  • “Sebelum memulai proyek, identifikasi risiko yang mungkin dihadapi.”

Tips penggunaan: Ejaan baku “risiko”, bukan “resiko” (meski sering digunakan).


17. Metode (dari Bahasa Belanda: Methode)

Arti: Cara kerja yang bersistem dan teratur untuk mencapai tujuan.

Contoh konkret:

  • “Guru menggunakan metode pembelajaran interaktif untuk meningkatkan partisipasi siswa.”
  • “Penelitian ini menerapkan metode kualitatif untuk mengumpulkan data.”

Tips penggunaan: “Metode” lebih formal; “cara” lebih santai tapi kurang spesifik.


18. Strategi (dari Bahasa Belanda: Strategie)

Arti: Rencana yang cermat untuk mencapai tujuan jangka panjang.

Contoh konkret:

  • “Perusahaan merancang strategi pemasaran digital untuk menjangkau generasi muda.”
  • “Strategi belajar yang tepat dapat meningkatkan efisiensi waktu.”

Tips penggunaan: Sering dipasangkan dengan “taktik”: “strategi” untuk jangka panjang, “taktik” untuk jangka pendek.


19. Kredit (dari Bahasa Belanda: Krediet)

Arti: Pinjaman uang atau barang dengan janji pengembalian di kemudian hari.

Contoh konkret:

  • “Dia mengajukan kredit rumah dengan tenor 15 tahun.”
  • “Kartu kredit memudahkan transaksi online, tapi gunakan dengan bijak.”

Tips penggunaan: Dalam konteks akademik, “kredit” juga berarti satuan nilai mata kuliah.


20. Izin (dari Bahasa Arab: Idzn)

Arti: Persetujuan; restu untuk melakukan sesuatu.

Contoh konkret:

  • “Saya mohon izin untuk meninggalkan acara lebih awal.”
  • “Pastikan Anda memiliki izin usaha sebelum memulai bisnis.”

Tips penggunaan: Kata ini sudah sangat membaur; banyak yang tidak sadar ini kata serapan dari bahasa Arab.


Tabel Ringkasan: 20 Kata Serapan Populer

Kata Serapan Asal Bahasa Arti Singkat Contoh Penggunaan
Aplikasi Inggris Program perangkat lunak “Aplikasi ini membantu saya belajar.”
Unduh Inggris Download “Unduh materi dari link berikut.”
Unggah Inggris Upload “Unggah tugas sebelum deadline.”
Daring Akronim Online “Kuliah daring mulai besok.”
Luring Akronim Offline “Acara luring dihadiri 200 orang.”
Gawai Inggris Gadget “Bawa gawai untuk dokumentasi.”
Surel Akronim Email “Kirim lamaran via surel.”
Prangko Belanda Postage stamp “Tempel prangko sebelum kirim surat.”
Konkret Belanda Nyata, fisik “Berikan contoh konkret.”
Efektif Belanda Berhasil guna “Metode ini efektif meningkatkan hasil.”
Analisis Inggris/Belanda Penguraian mendalam “Laporan menyajikan analisis data.”
Sistem Belanda Kumpulan unsur terkait “Sistem keamanan berlapis.”
Kualitas Belanda Mutu, tingkat baik-buruk “Produk berkualitas tinggi.”
Kuantitas Belanda Jumlah, banyaknya “Konfirmasi kuantitas pesanan.”
Potensi Belanda Kemampuan berkembang “Daerah berpotensi wisata.”
Risiko Belanda Kemungkinan hal tidak diinginkan “Investasi memiliki risiko.”
Metode Belanda Cara kerja bersistem “Metode pembelajaran interaktif.”
Strategi Belanda Rencana jangka panjang “Strategi pemasaran digital.”
Kredit Belanda Pinjaman dengan janji kembali “Ajukan kredit rumah.”
Izin Arab Persetujuan, restu “Mohon izin meninggalkan acara.”


Tips Menggunakan Kata Serapan dengan Tepat

1. Kenali Konteks: Formal vs Informal

Contoh konkret:

  • Formal: “Silakan unduh dokumen dari portal resmi.”
  • Informal: “Download aja dokumennya dari link itu.”

Tips: Gunakan kata baku untuk tulisan akademis, surat resmi, atau konten publik. Untuk chat atau media sosial, fleksibel saja.

2. Hindari Campur Kode yang Berlebihan

Contoh yang kurang tepat:

“Saya mau upload file ini ke cloud storage biar bisa di-access dari mana aja.”

Contoh yang lebih baik:

“Saya mau mengunggah berkas ini ke penyimpanan awan agar dapat diakses dari mana saja.”

Tips: Campur kode boleh-boleh saja untuk percakapan santai, tapi untuk tulisan formal, usahakan konsisten dengan bahasa Indonesia baku.

3. Perhatikan Ejaan Baku KBBI

Contoh konkret:

  • “analisis” (baku) vs ❌ “analisa” (tidak baku)
  • “risiko” (baku) vs ❌ “resiko” (tidak baku)
  • “praktik” (baku) vs ❌ “praktek” (tidak baku)

Tips: Cek KBBI Daring (kbbi.kemdikbud.go.id) jika ragu dengan ejaan.

4. Pahami Nuansa Makna

Beberapa kata serapan memiliki makna yang sedikit berbeda dari kata aslinya.

Contoh konkret:

  • “Aplikasi” dalam bahasa Indonesia lebih sempit daripada “application” dalam bahasa Inggris (yang bisa berarti “penerapan” secara umum).
  • “Kredit” bisa berarti pinjaman uang ATAU satuan nilai kuliah—konteks menentukan makna.

Tips: Baca contoh kalimat di KBBI untuk memahami penggunaan yang tepat.


Kesalahan Umum dalam Menggunakan Kata Serapan

Kesalahan Contoh Salah Perbaikan Penjelasan
Ejaan tidak baku “Saya akan analisa data ini.” “Saya akan menganalisis data ini.” “Analisis” adalah bentuk baku; “analisa” tidak diakui KBBI
Campur kode berlebihan “Meeting besok di-cancel ya karena ada urgent matter.” “Rapat besok dibatalkan karena ada urusan mendesak.” Untuk komunikasi formal, gunakan padanan bahasa Indonesia
Salah konteks “Dia punya potensi besar untuk jadi kriminal.” “Dia punya potensi besar untuk sukses.” “Potensi” bermakna positif; untuk hal negatif gunakan “kemungkinan”
Redundansi “Surel email” atau “aplikasi app” Pilih salah satu: “surel” ATAU “email” Menggunakan kedua bentuk sekaligus tidak perlu


Latihan Mini: Coba Gunakan Kata Serapan dalam Kalimat!

Coba lengkapi kalimat berikut dengan kata serapan yang tepat. Jawaban ada di bawah.

  1. Sebelum memulai bisnis, lakukan _____ risiko terlebih dahulu. (analisis)
  2. Silakan _____ materi presentasi dari link yang disediakan. (unduh)
  3. Acara _____ dihadiri oleh 150 peserta dari berbagai kota. (luring)
  4. Produk ini memiliki _____ tinggi dengan harga yang kompetitif. (kualitas)
  5. Dia mengajukan _____ rumah dengan tenor 20 tahun. (kredit)

Kunci Jawaban:

  1. analisis
  2. unduh
  3. luring
  4. kualitas
  5. kredit

Tips latihan: Buat 3 kalimat sendiri menggunakan kata serapan yang baru kamu pelajari. Minta teman atau guru untuk memberikan feedback!


Penutup: Kata Serapan adalah Bukti Bahasa yang Hidup

Bahasa Indonesia bukan bahasa yang kaku. Ia terus berkembang, menyerap kata-kata dari berbagai bahasa asing, dan menyesuaikannya agar tetap kaya namun tetap khas Indonesia.

Setiap kata serapan yang masuk KBBI bukan sekadar tambahan kosakata—ia adalah cerminan dari interaksi budaya, perkembangan teknologi, dan dinamika zaman.

Jadi, jangan ragu menggunakan kata serapan yang sudah dibakukan. Yang penting: pahami maknanya, gunakan dengan tepat sesuai konteks, dan terus belajar.

Prinsip penutup: Bahasa yang baik bukan yang paling murni, melainkan yang paling efektif menyampaikan makna—dengan tetap menghormati kaidah dan konteks.

Untuk materi edukasi bahasa lainnya yang santai, penuh contoh, dan mudah dipahami, kunjungi BAHASA-BAHASA — tempat belajar bahasa yang menyenangkan untuk semua level

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%